Jumat, 25 September 2026
250
Temui Ribuan Kader TPK KBB, Menteri Dukbangga dan Bupati Jeje Tegaskan Pembangunan SDM Berawal dari Keluarga
30 September 2026
Admin
13
BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Hal tersebut disampaikan dalam acara Kunjungan Kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga) / Kepala BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., bersama Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam rangka Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di SPN Polda Jabar, Cisarua, Rabu (30/9/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terpilihnya Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu lokasi pembinaan kader program strategis nasional. Dengan wilayah KBB yang luas mencakup 165 desa, peran kader TPK menjadi sangat krusial sebagai ujung tombak pemerintah.
"Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, perhatian pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita sangatlah penting," ujar Jeje Ritchie Ismail.
Bupati Jeje memaparkan tiga poin utama penekanan bagi para kader TPK di lapangan:
"Jangan pernah merasa peran saudara sekalian kecil. Perubahan besar bagi masa depan Bandung Barat dimulai dari satu keluarga yang mendapatkan edukasi dan pendampingan gizi yang tepat," tegas Bupati KBB.
Senada dengan Bupati, Anggota DPR RI Komisi IX, H. Asep Romy Romaya, mengapresiasi tinggi dedikasi para kader pendamping keluarga. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan sosial dan kesehatan sangat bergantung pada penggerak di lapangan serta dukungan penganggaran yang berkelanjutan dari pusat hingga daerah.
Dalam pemaparan Menteri Dukbangga, Wihaji, ditekankan bahwa tugas vital kader TPK adalah mendampingi Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), Bayi Dua Tahun (Baduta), hingga Balita untuk mencegah stunting sejak dini. Mencegah stunting merupakan fondasi mendasar dalam membangun negara yang kuat, di mana TPK bertindak sebagai pahlawan keluarga di tingkat tapak.
Wihaji juga menyoroti fenomena sosial pada remaja saat ini yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone dibandingkan dengan orang tua. Mengingat fakta bahwa sekitar 25% remaja berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, kader TPK didorong untuk aktif melakukan pendampingan dan dialog agar peran serta kedekatan orang tua tidak tergantikan oleh gawai.
Selain itu, perhatian juga diarahkan kepada kelompok lansia yang rawan mengalami kesepian melalui program kegiatan produktif dan bermakna di masa tua. TPK juga diamanatkan untuk mensukseskan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG 3B) guna mendukung program prioritas Presiden RI.
Suasana acara semakin semarak dan hangat ketika Menteri Dukbangga bersama Bupati Bandung Barat berinteraksi langsung secara interaktif dengan para kader TPK di atas panggung. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi atas dedikasi mereka di lapangan, Menteri Dukbangga dan Bupati menyerahkan berbagai hadiah secara langsung kepada para kader yang aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman pendampingan di desa.
Menteri Dukbangga, Wihaji kembali menegaskan bahwa kegiatan yang dihadiri sekitar 1.500 kader TPK ini merupakan bagian dari instruksi Presiden RI untuk mengecek langsung permasalahan di lapangan.
"Berdasarkan pengecekan langsung, hampir 99% Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di KBB telah mendistribusikan program MBG 3B secara lancar. Selain mendistribusikan, kader TPK juga bertugas memberikan edukasi gizi kepada keluarga penerima sasaran," ungkap Wihaji.
Beliau juga menambahkan bahwa dalam momen Hari Kontrasepsi Sedunia ini, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan kontrasepsi gratis serta peninjauan langsung ke rumah-rumah warga untuk memantau kondisi keluarga berisiko stunting di KBB. Ia memuji dukungan penuh Bupati KBB Jeje Ritchie Ismail beserta jajaran yang terus mengawal kinerja para kader TPK di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat siap terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh kader TPK demi terwujudnya keluarga Bandung Barat yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
Jumat, 25 September 2026
250
Selasa, 15 September 2026
250
Jumat, 11 September 2026
250