Penetapan Kursi DPRD Kabupaten Bandung Barat 2024-2029 oleh KPU: 8 Partai Berhasil Meraih Kursi

Lainnya

Penetapan Kursi DPRD Kabupaten Bandung Barat 2024-2029 oleh KPU: 8 Partai Berhasil Meraih Kursi

29 Mei 2024

Admin

4.277

BANDUNG BARAT - Sebanyak 8 partai politik berhasil meraih kursi di DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2024-2029. Keputusan itu tertuang dalam rapat pleno KPU KBB tentang Penetapan Kursi dan Calon Terpilih di Green Forest Parongpong, Selasa (28/5/2024).

Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman mengatakan, ada tiga partai politik yang meraih 8 kursi, yaitu PKS, Golkar, dan Gerindra, PKB meraih 6 kursi, sementara Partai Demokrat, PDIP, PAN, dan NasDem masing-masing meraih 5 kursi.

Ada 2 partai politik, yaitu PPP dan Perindo kali ini tak berhasil menempatkan kadernya di DPRD KBB. Pada Pemilu 2019, PPP meraih tiga kursi, sedangkan Perindo 1 kursi.

“Kami telah merampungkan tahapan terakhir dari semua tahapan Pemilu 2024 menetapkan kursi di masing-masing partai politik dan penetapan 50 calon terpilih yang akan duduk di DPRD KBB,” kata Ripqi.

Meski PKS, Golkar, dan Gerindra sama-sama meraih 8 kursi, namun lanjut Ripqi, suara PKS jauh lebih banyak dibandingkan dua partai lainnya. Disusul Golkar dan Gerindra.

Lebih jauh dijelaskannya, untuk menentukan perolehan suara partai politik ke kursi DPRD menggunakan metode Sainte Lague.

Metode Sainte Lague berdasarkan perolehan suara terbanyak partai politik dari hasil pembagian diurutkan sesuai dengan jumlah ketersediaan kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).

“Dalam ketentuan sistem Sainte Lague itu bilangan pembagi pemilih dibagi satu bagi tiga bagi lima dan seterusnya. Memang kalau saya lihat kalau perolehan suara dari masing-masing partai politik di masing-masing dapil itu tidak ada yang mendapatkan tiga kursi artinya habis dipembagian ke tiga,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Bandung Barat terbagi 5 dapil. Dimana Dapil 1 ada 11 kursi, Dapil 2 terdiri dari 10 kursi, Dapil 3 ada 11 kursi, Dapil 4 ada 9 kursi, dan Dapil 5 ada 9 kursi.

“Lalu kenapa pembagian masing-masing dapil ini berbeda-beda? Kami melihat pada jumlah penduduk yang berbeda-beda sehingga itu berpengaruh terhadap kuota kursi di masing-masing dapil,” tukasnya. (Diskominfotik KBB)