Apel Perdana 2026, Bupati Jeje Tegaskan ASN KBB Harus Disiplin, Berintegritas, dan Utamakan Kepentingan Publik

Pemerintahan

Apel Perdana 2026, Bupati Jeje Tegaskan ASN KBB Harus Disiplin, Berintegritas, dan Utamakan Kepentingan Publik

05 Januari 2026

Admin

53

Bandung Barat – Mengawali tahun kerja 2026, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menggelar apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Plaza Mekarsari, Senin (5/1/2026).

Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, sekaligus menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jeje memberikan penghargaan kepada tiga ASN yang telah memasuki masa purna tugas, masing-masing satu orang dari Dinas Kesehatan dan dua orang dari Dinas Pendidikan. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada sembilan desa penerima penghargaan Desa Sadar Hukum tahun 2025, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen desa dalam membangun kesadaran dan kepatuhan hukum di tengah masyarakat.

Ke sembilan desa tersebut yaitu : 1. Desa Karang Anyar Kec. Cililin 2. Desa Cipeundeuy Kec. Padalarang 3. Desa Cinta Karya Kec. Sindangkerta 4. Desa Bojong Koneng Kec. Ngamprah 5. Desa Cipatik Kec. Cihampelas 6. Desa Bumi Nagara Kec. Sindangkerta 7. Desa Cihideung Kec. Parompong 8. Desa Sarinagen Kec. Cipongkor dan 9. Desa Wenibg agalih Kec. Sindangkerta.

Dalam amanatnya, Jeje menegaskan bahwa apel perdana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan titik awal untuk membangun semangat baru seluruh ASN Kabupaten Bandung Barat. Beliau menekankan pentingnya sikap tegas, disiplin, dan profesional dalam perilaku sehari-hari. “Disiplin waktu adalah kewajiban. Pelayanan publik adalah wajah utama kinerja pemerintah. Karena itu, seluruh ASN wajib mengutamakan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Jeje juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran harus tepat sasaran. “Efisiensi anggaran bukan berarti menurunkan kualitas. Program dan kegiatan harus dirancang sesuai kebutuhan nyata masyarakat, utamakan yang langsung menyentuh kepentingan publik,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Jeje mengajak seluruh ASN menjadikan tahun 2026 sebagai tahun penguatan pelayanan publik dan peneguhan integritas aparatur. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat terus hadir sebagai institusi yang dipercaya masyarakat dalam mewujudkan Bandung Barat yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.