Komplek Pemda Kabupaten Bandung Barat Jl. Raya Padalarang-Cisarua Km.2 Ngamprah.

Jalan Lingkar Kota Baru ke Cipatat KBB Masih Terkendala Lahan


33 Dilihat

Bandung Barat - Jalan Lingkar Kota Baru Parahyangan yang menembuskan ke Jalan Raya Cipatat segara dibuka. Jalan tersebut, sebagai jalur alternatif mengatasi kemacetan di Padalarang dan sekitarnya.

Rapat Koordinasi yang dipimpin Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bersama dinas terkait serta pihak PT Bale Putra Intiland Kota Baruparahyangan menghasilkan, kesiapan pihak Kota Baruparahyangan untuk membuka akses jalur tersebut.

“80% pihak Kota Baruparahyangan sudah siap tinggal 20% belum siap karena ada tanah PT Siwani, PT Sagitarius dan Bandung Marmer. Mereka ingin ada kepastian surat dari Pak Bupati jika itu betul ada kegiatan untuk mengurai kemacetan,” ujar Asisten II, Maman Sulaiman, Jumat (3/12/2021). Hasil rakor, fakta di lapangan terdapat tanah HGU yang dikuasai PT Siwani seluas 6 hektare, diperlukan dasar aturan tentang mekanisme pemanfaatan lahan.

Rencana ruas Jalan Kota Baruparahyangan-Cipatat yang akan dibangun sudah sesuai dengan dokumen tata ruang.Segemen jalan yang melewati Perumaham Taman Firdaus dengan pengembang PT Sagitarius, pihak pengembang tidak meminta biaya pengentian lahan namun PSU jalan yang dipakai agar ditingkatkan kualitasnya oleh Kota Baruparahyangan.

Segmen jalan yang melewati lahan yang dikuasi PT Bandung Marmer, pihak perusahaan meminta agar Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyurat secara resmi ke perusahaan untuk pemanfaatannya.Program tersebut, kata Maman, awalnya merupakam program dari Provinsi Jawa Barat, namun kandas terkendala refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19. “Akhirnya oleh Kota Baruparahyangan semuanya akan dibangun melalui dana CSR,” sebutnya.

Jalan Lingkar Kota Baruparahyangan sejauh 7 kilo meter dengan lebar jalan 22 meter mengambil rute dari Golf Kota Barupahyangan hingga Jalan Raya Cipatat. Pembangunan tersebut, sebut Maman, akan dilakukan secapatnya sambari menyiapkan Detail Engineering Design (DED) juga BKPM OSS. “Sedangkan dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) sudah ada karena jalan tersebut sudah ada dari dulu hanya ditingkatkan untuk diperlebar,” kata Maman.




Kamu Mungkin Tertarik

  • 10 Januari 2022
Jaringan 5G