Potensi Industri

Kawasan Industri terpadu

Jumlah industri besar dan sedang terbanyak hanya ada dibeberapa kecamatan yaitu Padalarang, Batujajar dan Ngamprah dan sebagian kecil di Lembang. Dalam penciptaan fungsi-fungsi baru di kawasan yang potensial, dimana Kecamatan Ngamprah dan Padalarang akan dikembangkan sebagai Pusat Utama Kabupaten Bandung Barat serta pusat pemerintah di Kecamatan Ngamprah yang akan didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai, maka untuk mengalihkan pergerakan ke kota ini akan dikembangkan : Kawasan industri terpadu di Kec. Cipeundeuy serta kawasan-kawasan industri yang sudah ada dan belum termanfaatkan yaitu di Kawasan Industri Batujajar Desa Batujajar Timur serta Kawasan Cimareme Desa Cimerang.

Pengembangan Industri Kecil

Industri Kecil di Kabupaten Bandung Barat paliling banyak terdapat di Kecamatan Padalarang adalah anyaman dan makanan. Untuk Pengembangan industri ringan dan industri rumah tangga yang tidak borosair akan dipertahankan di daerah ini sedangkan pengembangan ke daerah lain yaitu Kecamatan Cihampelas, Cililin, Sindangkerta, Gununghalu dan Rongga dalam upaya pengolahan hasil pertanian dan Perikanan serta industri pengolahan pakan ternak dan ikan

Pengembangan IPAL Terpadu

Jumlah IPAL terpadu yang direncanakan di Zona Industri Batujajar sebanyak 1 buah yang bertempat di DesaCangkorah, dikarenakan biaya konstruksi jaringan pipa air limbah dan ketersediaan lahan yang memadai, tidak perlu dilakukan relokasi pemukiman penduduk yang letaknya dekat dengan badan air penerima yaitu Sungai Citunjung, jumlah industri yang dimasukan kedalam perencanaan IPAL terpadu adalah sebanyak 35 buah, dengan potensi lahan 5Ha, dan kapasitas produksi 327 liter/detik

Pengolahan Sampah (Industri Daur Ulang)

TPSA yang ada di Kabupaten Bandung Barat yaitu TPSA Pasirbuluh di Kecamatan Lembang ( 2,2 Ha ) dan TPSA Sarimukti ( 25 Ha ) di Kecamatan Cipatat yang digunakan oleh Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Cakupan pelayanan persampahan masih belum mampu menampung dan mengelola sampah yang volumenya semakin meningkat. berbagai terebosan pengelolaan sampah yang baik dan aman terhadap lingkungan diharapkan akan memperpanjang usia TPSA dan merendam resitensi masyarakat terhadap keberadaan TPSA tersebut.Untuk pengeloaan sampah di dua lokasi tersebut, Kabupaten Bandung Barat mengajak para Investor untuk bekerja sama dalam pengelolaan daur ulang sampah.

Pengembangan Industri Pengolahan BIOETHNOL Singkong

Penggunaan bahan bakar alternatif harus segera dilakukan terutama yang berbentuk cair dan ini bisa dihasilkan dari pengolahan tanaman singkong yang menghasilkan Bioetanol dengan karakteristiknya dapat memsubtitusi bensin secara proposional memiliki ON 92 atau secara Pertamax yang paling ramah lingkungan. Kabupaten Bandung Barat mempunyai potensi untuk mengembangkan pengolahan Bioetanol terutama di bagian selatan yaitu Kecamatan Cililin, Sindangkerta, Gununghalu dan Rongga. Selain tanaman ini mudah dibudayak pada berbagai jenis lahan pertanian juga dapat memampaatkan laha-lahan yang selama ini tidak produktif.