Kang Maman, "Selalu Ingat Mati"

NGAMPRAH - Agar tidak terjerumus kedalam "lobang hitam" akibat nafsu dunia yang menjadi godaan dalam bekerja, Sekda Kab. Bandung Barat, Maman S. Sunjaya menjadikan agama sebagai rem penahan diri agar tidak kebablasan. Bahkan, jika nafsu duniawi tengah menggelora, Kang Maman (sapaan akrabnya) selalu mengingat akan kematian, sehingga tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar aturan, baik aturan hukum maupun aturan agama.

Karena menurutnya, selalu mengingat mati merupakan cara yang ampuh untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma.

"Kullu nafsin dzaikotilmaut, setiap mahluk bernyawa pasti akan merasakan mati. Hal itu sangat efektif sebagai pengontrol emosi dan nafsu ketika berbagai godaan yang mungkin akan menjerumuskan di dunia maupun akhirat," ujar Kang Maman ketika menghadiri pemakaman salah satu kerabatnya di Ngamprah, Kamis (20/4).

Ia menuturkan bahwa dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang sekda, banyak sekali godaan dan ajakan yang sangat menggiurkan, namun keluar dari aturan dan prosedur yang berlaku. Dan sebagai seorang pemimpin, Maman tidak ingin hal-hal tersebut terjadi pada dirinya karena akan mengancam karir dan kredibilitas dirinya dikemudian hari.

"Lebih baik normatif saja. Laksanakan seluruh pekerjaan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku agar tidak menjerat kita pada permasalahan hukum yang akan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak diinginkan. Dan yang penting selalu ingatlah pada kematian," tandasnya.