Pemerintahan

Perangi Narkoba Untuk Generasi Bandung Barat Cermat

Perangi Narkoba Untuk Generasi Bandung Barat Cermat

02 November 2017

BANDUNG - Dalam rangka mewujudkan visi Bandung Barat CERMAT, mewujudkan masyarakat yang Cerdas, Rasional, Maju, Agamis dan Sehat, berbasis pada pengembangan dan pemberdayaan potensi wilayah, maka mutlak dilakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan yang berpusat pada manusia sebagai tujuan utama dari pembangunan dimaksud, ungkap Bupati Bandung Barat, H. Abubakar dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan pengembangan kapasitas dan pelatihan (TOT) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi lingkungan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat yang di selenggarakan di Hotel Garden Permata, Rabu (1/11/2017).

"Untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut, dituntut adanya manusia-manusia yang kuat dan tangguh di setiap aspek / lini kehidupan", tegas Abu.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba secara langsung menghambat terwujudnya manusia-manusia yang tangguh dan kuat, sehingga dapat menyebabkan "lost generation" yang menyebabkan suatu bangsa dapat menjadi lemah dan hancur.

Abubakar menambahkan, "penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba juga memasuki hampir di setiap usia, bahkan anak usia TK dan SD yang dijadikan korban kurir dan pengedar, dengan alasan anak-anak yang menjadi pengedar tidak cukup umur untuk dipidanakan".

Berdasarkan hasil penelitian BNN dan Puslitkes UI tahun 2014, angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia sebanyak 4 juta orang dan prevalensi penyalahgunaan juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu :

a. Tahun 2008 sebanyak 1,99% dari jumlah penduduk,

b. Tahun 2012 menjadi 2,33 % dari jumlah pemduduk,

c. Tahun 2013 sebanyak 2,56 % dari jumlah penduduk,

d. dan tahun 2015 menjadi sebesar 2,80 % dari jumlah penduduk (ini berarti di tahun 2015 di setiap 50 orang terdapat lebih dari satu orang pengguna narkoba).

Fakta lainnya dari penelitian tersebut ialah 75 % peredaran narkoba dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (LP), kemudian yang menjadi persoalan besar ialah temuan 12.044 orang per tahun meninggal atau 33 orang per hari meregang nyawa yang diakibatkan penyalahgunaan narkoba.

Dengan kondisi tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat ini menyampaikan, "tentu ini menjadi persoalan setiap anak bangsa, khususnya bagi kita semua yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat, kita semua mempunyai kewajiban untuk mencegah dan menuntaskan persoalan narkoba ini", tegas Abubakar.

"Hal ini penting untuk saya sampaikan, karena wilayah Kabupaten Bandung Barat juga cukup potensial dalam peredaran narkoba, mengingat mobilisasi penduduknya yang tinggi, jarak jangkau dengan ibukota negara dan provinsi relatif dekat, gaya hidup yang serba permisif, era digitalisasi, akses bandara internasional dan nasional yang mudah, dan berbatasan dengan kabupaten yang mempunyai potensi laut (jalan masuk peredaran gelap narkoba), semua ini merupakan faktor-faktor kerawanan daerah di Kabupaten Bandung Barat bagi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkob", ungkap Abubakar.

"Untuk itu mari bersama-sama kita dukung berbagai upaya pemerintah dalam memerangi narkoba, mari kita bersinergi, bersama-sama mencegah dan menjaga Generasi Bandung Barat dari bahaya narkoba ini dan dapat terbentuk Generasi Bandung Barat Cermat", harap Abu.


(HUMAS KBB)

Lokasi KBB

Alamat KBB

Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah

022-6866258

022-6866259

kbb@bandungbaratkab.go.id