Pendidikan

Penguatan Peran MGMP dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Penguatan Peran MGMP dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran

01 November 2018

NGAMPRAH - Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Imam Santoso mengungkapkan bahwa penguatan peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) jenjang SMP mutlak diperlukan dalam upaya mendukung keberlangsungan pembelajaran yang berkualitas dari setiap anggotanya. Dengan kuatnya peran MGMP maka berbagai upaya perbaikan dalam tata pembelajaran akan dapat dipecahkan dengan baik. Selama ini, MGMP merupakan think tank­-­nya sekolah dalam mengimplementasikan berbagai program, terutama program pembelajaran.

Untuk sampai pada tampilan MGMP yang bisa diandalkan sebagai think tank-nya penguatan kapasitas guru dalam melaksanakan pembelajaran, haruslah mendapat dukungan optimal dari berbagai pihak, di antaranya dari dinas pendidikan dan sekolah. Dukungan yang diberikan oleh kedua unsur tersebut, minimal dalam bentuk political will sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Walau demikian, dukungan yang paling dibutuhkan untuk mendorong laju berkembangnya MGMP adalah dari setiap anggotanya.

“Selama ini, peran MGMP memiliki nilai manfaat yang tidak bisa dipungkiri sebagai organisasi penguat kapasitas guru,” tutur Imam saat dimintai komentarnya terkait dengan pelaksanaan Sosialisasi Kebijakan Pendidikan yang diselenggarakan di Hotel Endah Parahyangan, Kamis (1/11/18).

MGMP merupakan organisasi profesi dengan basis mata pelajaran yang berupaya untuk melakukan penguatan kapasitas guru dalam melaksanakan pembelajaran. MGMP merupakan organisasi kolektif-kolegial dan menjadi wadah diskusi serta komunikasi bagi para guru dalam satu mata pelajaran yang sama. Selain itu, MGMP menjadi organ yang sangat penting dalam upaya mendiseminasikan berbagai kebijakan dari keementerian, dinas pendidikan, serta sekolah.

Dalam kaitan dengan penyiapan generasi abad 21, peran MGMP dipandang sebagai organisasi strategis yang dapat mengantarkan pola pembelajaran ke arah penyiapan generasi abad 21. Penyiapan generasi abad 21 tersebut merupakan langkah yang tidak bisa dipungkiri karena untuk melahairkan generasi handal, dibutuhkan sinergitas program yang di antaranya melibatkan MGMP sebagai aktornya. Abad 21 merupakan masa yang penuh tantangan. Abad ini ditandai dengan fenomena kehidupan yang masuk pada ranah revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 diwarnai dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam kehidupan keseharian. Pada revolusi ini, terjadi mobilisasi pengetahuan secara cepat, murah, dan masif dengan pemanfaatan perangkat komputer dan gadget. Bila fenomena pola kehidupan tersebut tidak direspons sejak dini, bangsa ini dimungkinkan tidak dapat bersaing dengan bangsa lainnya. Karena itu, untuk menghadapi tantangan tersebut MGMP perlu diperankan dengan optimal, terutama dalam kaitan dengan optimalisasi pembelajaran yang dilaksanakan oleh setiap guru sebagai anggotanya.

Pada kesempatan lain, Dadang A. Sapardan, Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP menyampaikan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk melakukan penguatan peran MGMP jenjang SMP di Kab. Bandung Barat. Salah satu langkah yang memungkinkan untuk dilakukan saat ini adalah mengimplementasikan Lesson Study dalam setiap kegiatannya. Kegiatan Lesson Study selama ini dipandang sebagai upaya strategis karena menjadi ajang yang paling efektif bagi setiap pesertanya dalam mencari formulasi terbaik guna mengimplementasikan model pembelajaran yang paling efektif.

Lebih jauh lagi, pada forum ini bisa pula dibahas berbagai program yang terkait dengan penyiapan generasi abad 21 yang diwarnai Revolusi Industri 4.0. Beberapa program yang menjadi core kebijakan pendidikan saat ini adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Gerakan Literasi Sekolah (GLS), serta penguatan kompetensi siswa melalui Higher Order Thinking Skill (HOTS). Ketiganya harus mendapat perhatian serius dari setiap pengurus dan anggota MGMP jenjang SMP di Kab. Bandung Barat dalam upaya mengantarkan pembelajaran yang menyiapkan generasi abad 21.

“Pada implementasinya, MGMP dapat mengimplementasikan Lesson Study sehingga semua kendala dalam pembelajaran dapat didiskusikan dan dicarikan jalan keluarnya,” terang Dadang, menyampaikan harapannya.




(DISDIK dan KOMINFO KBB)

Lokasi KBB

Alamat KBB

Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah

022-6866258

022-6866259

kbb@bandungbaratkab.go.id