Berita

Imam Santoso: Pelatihan Guru Sasaran Kurikulum 2013 harus Dijadikan Media Perubahan dalam Pembelajaran

Imam Santoso: Pelatihan Guru Sasaran Kurikulum 2013 harus Dijadikan Media Perubahan dalam Pembelajaran

22 Mei 2017

Ngamprah-Disdik-Mencermati implementasi Kurikulum 2013 yang terus mengalami perubahan, cukup banyak sisi yang harus menjadi perhatian semua pihak, terutama para guru di satuan pendidikan. Pada pelaksanaan Kurikulum 2013 terdapat perubahan paling mendasar, di antaranya pada standar isi, standar proses, dan standar kompetensi lulusan. Perubahan yang paling kentara adalah pemilahan tiga ranah pembelajaran, yaitu ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dalam kurikulum terdahulu, ketiga ranah tersebut telah menjadi bagian integral dalam proses pembelajaran, tetapi faktanya masih saja ada guru yang mengesampingkan keberimbangan ketiga ranah tersebut.

Melalui Kurikulum 2013, ketiga ranah tersebut lebih dikuatkan sehingga mulai dari perencanaan sampai dengan lahirnya out put pembelajaran dalam bentuk nilai siswa, ketiga ranah tersebut terungkap secara tersurat. Lewat Kurikulum 2013, setiap guru didorong untuk melaksanakan pembelajaran dan memberi penilaian terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Karena itu, melalui Kurikulum 2013 inilah pembelajaran dikembalikan pada ruh-nya. Demikian disampaikan Imam Santoso M.R., Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat saat dimintai pendapatnya, sehubungan dengan pelaksanan Pelatihan Guru Sasaran untuk Pelaksana Kurikulum 2013 pada jenjang SMP.

“Implementasi Kurikulum 2013, salah satunya mendorong pembelajaran yang dilaksanakan guru pada penguatan ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Selama ini, masih ada guru menyandarkan diri pada penilaian dengan mengandalkan hasil ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, melalui Kurikulum 2013 ini, guru didorong untuk menyajikan proses pembelajaran dan out put pembelajar dalam ketiga ranah tersebut,” papar Imam Santoso M.R.

Selanjutnya, disampaikan pula bahwa tuntutan terhadap guru untuk melakukan pembelajaran dan penilaian secara komprehensif sudah tersurat pada beberapa kurikulum sebelumnya. Namun, masih ada saja guru yang lebih menekankan pada penilaian pengetahuan siswanya. Hal itu bisa dipahami karena selama beberapa waktu ke belakang, acuan yang dijadikan patokan oleh guru adalah Ujian Nasional. Ujian yang lebih didominasi untuk menilai pengetahuan siswa.

“Karena itu, melalui kegiatan Pelatihan Guru Sasaran untuk Pelaksana Kurikulum 2013 tersebut, saya berharap seluruh peserta mendapat pemahaman terkait dengan pembelajaran dan penilaian, selain tentunya berbagai program lainnya” ungkap Imam Santoso, menutup pembicaraannya.

Juhro Hamdan, Kepala Bidang Pendidikan SMP, mengungkapkan bahwa mulai tanggal 22 s.d. 27 Mei 2017, sebanyak 374 guru mata pelajaran dari 34 satuan pendidikan jenjang SMP yang akan menjadi pelaksana Kurikulum 2013, mengikuti pelatihan guru sasaran. Kegiatan yang difasilitasi LPMP Jawa Barat tersebut dikonsentrasikan pada 6 satuan pendidikan, yaitu: SMPN 3 Sindangkerta, SMP PGRI Sindangkerta, SMP Arafah Cililin, SMP Budi Bakti Utama Padalarang, SMPN 3 Batujajar, dan SMPN 2 Parongpong. Narasumber pada kegiatan tersebut yaitu para Instruktur Kabupaten yang beberapa waktu lalu telah dilatih LPMP Jawa Barat. Karena itu, pelaksanaan pelatihan guru sasaran ini diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan guru sebelum mereka mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2017/2018.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap agar setiap guru dapat memiliki bekal yang cukup guna menerapkannya di sekolah masing-masing,” ungkap Juhro Hamdan, saat ditanya tentang harapan dari pelaksanaan Pelatihan Guru Sasaran untuk Pelaksana Kurikulum 2013 tersebut.—DasARSS.

Lokasi KBB

Alamat KBB

Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah

022-6866258

022-6866259

kbb@bandungbaratkab.go.id