Berita

Anggaran Lebih Besar untuk Diseminasi

Anggaran Lebih Besar untuk Diseminasi

24 May 2017

Ngamprah, Bandung Barat – Para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah telah menunjukkan perubahan penting dalam proses pendidikan di tingkat sekolah seiring dengan bergulirnya program USAID PRIORITAS sejak lima tahun lalu. Proses pembelajaran berjalan secara praktis, aktif, kontekstual, dan memadukan proses belajar sains dan matematika dengan peningkatan literasi siswa. Sekolah dikelola dengan manajemen berbasis sekolah yang beorientasi untuk menyokong kualitas pembelajaran serta melibatkan partisipasi masyarakat. Budaya membaca di tingkat sekolah pun tumbuh dengan baik atas arahan program budaya baca dan bantuan koleksi bahan bacaan dari USAID, termasuk buku bacaan berjenjang. Demikian terungkap dalam acara penutupan program USAID PRIORITAS Kabupaten Bandung Barat di aula gedung Bupati komplek pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah (18/5). Hadir pada kegiatan ini Wakil Bupati Bandung Barat Yayat Turochmat Soemitra, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Sosial, Asep Ilyas, Kepala Dinas Pendidikan, Imam Santoso, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan fasilitator daerah (fasda) USAID PRIORITAS. Wakil Bupati, Yayat T. Soemitra menyatakan komitmennya untuk memelihara, melanjutkan, dan mengembangkan praktik yang baik dampak positif program USAID PRIORITAS. Menurutnya, pihak pemerintah daerah KBB sejauh ini berupaya untuk menyebarluaskan program USAID PRIORITAS ke berbagai sekolah non mitra untuk menjangkau lebih banyak guru. Selain dua puluh empat sekolah/madrasah mitra USAID PRIORITAS, ada 1100 sekolah lain yang sudah mengikuti program diseminasi. Untuk mendukung diseminasi program USAID PRIORITAS ke sekolah non-mitra, 1,9 milyar dana telah diserap dari APBD dan dana mandiri sekolah dari BOS. “Dana sekitar dua milyar itu belum seberapa untuk mendukung penyebarluasan program USAID yang sangat baik ini. Kami akan anggarkan dana lebih besar pada anggaran perubahan nanti untuk menjamin keberlanjutan program USAID sehingga semua sekolah mendapatkan manfaatnya,” kata Yayat. Ahli Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan USAID PRIORITAS, Dindin Solahudin membenarkan tingginya komitmen pemerintah daerah Bandung Barat dalam mendukung keberhasilan implementasi program USAID PRIORITAS. Menurutnya, komitmen dan dedikasi fasilitator daerah (fasda) Bandung Barat juga sangat tinggi sehingga implementasi program berjalan lancar dan diseminasi ke sekolah non mitra juga berjalan besar-besaran hingga mencapai 1100 sekolah/madrasah. “Kini di Bandung Barat tersisa hanya 99 sekolah yang belum tersentuh program USAID PRIORITAS. Namun perlu segera dicatat, belum semua guru yang ada di 1100 sekolah/madrasah itu mendapat pelatihan kami. Sebab itu, pemerintah daerah seyogianya merencanakan upaya diseminasi untuk menjangkau guru-guru yang belum mendapat pelatihan, baik di 1100 sekolah yang baru sebagian gurunya dilatih atau di 99 sekolah yang semua gurunya belum dilatih,” papar Dindin. Elis Ernawati, guru di SDN Rajamandalakulon 2 Cipatat, mendemonstrasikan perubahan yang terjadi di sekolahnya sejak bermitra dengan USAID PRIORITAS. “Proses pembelajaran, manajemen sekolah, dan budaya membaca mengalami perubahan besar di sekolah kami dan kami senang menyaksikan siswa begitu aktif bergairah berada di sekolah,” tuturnya. Ali Nurdin, salah seorang fasda jenjang SMP, memaparkan pengalamannya sebagai fasda dalam mengimplementasikan program USAID PRIORITAS dan berkah wawasan dan prestasi yang diraih fasda. “Kenikmatan kami adalah saat melihat antusiasme para guru sebagai peserta pelatihan yang mengikuti sesi demi sesi tanpa ngantuk. Bahkan di Kecamatan Rongga, sejumlah guru yang harus berjalan kaki selama dua jam untuk mencapai tempat pelatihan pun tetap bergairah mengikuti seluruh proses pelatihan,” ucapnya. [DS]

Lokasi KBB

Alamat KBB

Jl. Padalarang - Cisarua KM 2 Kecamatan Ngamprah

022-6866258

022-6866259

kbb@bandungbaratkab.go.id